Senin, 13 Agustus 2012

Ceramah Ramadhan

Penceramah : Bp.Abdullah
Tempat        : Musholla As-Salam
Tanggal        : 28-07-2012

BAB I PUASA RAMADHAN

Islam didirikan atas 5 dasar :
1.    Mengucapkan syahadat
2.    Mengerjakan shalat
3.    Mengeluarkan zakat
4.    Melaksanakan ibadah haji
5.    Berpuasa dibulan ramadhan

Dari hadist diatas kita memperoleh pelajaran bahwa salah satu rukun islam ialah melakukan puasa bulan ramadhan.

Kita menyadari tegak dan rubuhnya islam tergantung pemeliharaan rukun-rukunnya.
Oleh karena itu melakukan puasa dibulan ramadhan adalah wajib atas kaum muslimin,sebagaimana firman Allah dalam Alqur’an : QS.(Al baqarah:183).

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan  atas mu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu , agar kamu sekalian menjadi orang bertaqwa”.

Ayat diatas menegaskan wajibnya puasa atas setiap muk’min . sebagaimana kita ketahui puasa merupakan ujian yang berat , yang dirasakan oleh lahir dan batin kita.

Rasa dahaga dan lapar yang harus kita kekang , keinginan dan nafsu yang harus kita bendung selama melakukan puasa disiang hari semuanya adalah merupakan penderitaan lahir dan batin.

Ketentuan Allah harus kita patuhibaik disaat kita sendirian maupun diwaktu berkumpul dengan orang lain. Sebab Allah mahamengetahui segala gerak dan tingkah laku kita.

Ketentuan-ketuan Allah bagi orang-orang yang berpuasa antara lain QS.() AL Baqarah : 187)

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kamu, mereka itu adalah pakaian bagimu dan berkumpul adalah pakaian bagi mereka”.

Puasa adalah persiapan. Perumpamaan nya bagaikan orang yang menanam yang mempersiapkan tanah,mencangkulnya sampai tidak ada lagi reremputan disana.

Persiapan sudah cukup, tinggal bagaimaa kehendak orang itu. Ia bias menebarkan benih ,kalau mau ,lalu kemudian membiarkan nya layu dan mati. Ia dapat pula membiarkan tanah itu begitu saja , sehingga rumput liar kembali tumbuh disana. Dan ia bisa menyebar benih lalu merawatnya sampai tumbuh menjadi besar dan memberikan buah.

Apabila manuusia menjaga jiwanya yang telah dipersiapkan dengan dengan puasa dan sampai pada taqwa maka pahalanya disisi Allah sungguh besar sekali.

Rosulullah bersabda :

Setiap amal anak turunan adam berlipat pahalanya, satu kebaikannya berlipat sampai tujuh ratus kali.
Allah tak’ala berfirman kecuali puasa sebab, puasa hanyalah untuk-Ku dan aku (Allah) sendirilah yang membalasnya.
Adapun orang-orang yang tidak memelihara diri dari dan tidak bertaqwa maka benarlah hadist lain menerangkan mereka :
“Banyak diantara orang berpuasa,tidak memperoleh apa-apa dari puasanya,keculi lapar dan haus.
Dan barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan perbuatannya,maka tiada hajat sedikit pun bagi Allah terhadap orang tersebut  dalam ia meninggalkan makan dan minumnya”.

Bulan ramadhan, yang pada bulan itu Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang haq dan batil).Karena itu barang siapa diantara kalian menyaksikan bulan tersebut, maka hendaklah ia memuasainya.(Al-Baqarah: 185).

Maka dari itu marilah kita bersama-sama melaksanakan puasa bulan ramadhan,dengan melaksanakan sunah Rasulullah SAW, mudah-mudahan Allah ta’ala berkenan memberikan kita keberhsilan dalam puasa nanti,sehingga kta menjadi orang yang bertqwa selalu berhati-hati dalam hidup ini,lalu dapat mengambil manfaat-manfaat, petunjuk-petunjuk Al-Qur’an dalam akhirnya bisa mencapai kebahagiaan abadi dunia dan akhirat.

Penceramah : Bp.Ramli
Tempat        : Musholla As-Salam
Tanggal        : 29-07-2012

BAB II BULAN RAMDHAN MEMBENTUK BUDI LUHUR

Kemusrikan dan kemaksiatan merupan penyakit-penyakit hati yang dapat menggurkan iman dan melepaskan sifat-sifat Muttaqin. Bukan mustahil bahwa penyakit-penyakit hati yang demikan merupakan hasil bujukan syaitan yang mempengaruhi hawa nafsu insaniyah.
Hawa yang telah dipengaruhi syaitan ialah sudah pasti membawa kita kepada kesesetan dan akhirnya azab dan siksa Allah yang kita rasakan. Allah ta’ala berfirman:

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya dan Allah membiarkan sesat berdasarkan ilmunya dan Allah telah mengunci mata pendengaran nya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang kan memberikan petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? “(Al-Jadsiyah:23).

Yang menyatakan bahwa jihat yang paling besar adalah memerangi hawa nafsu sebagaimana sabdanya:
“Kita kembali dari jihat kecil kepada jihat yang besar. Sahabat bertanya: Jihat apakah yang lebih besar ya Rasulullah? Beliau bersabda:”(Jihat yang besar) ialah memerangi hawa nafsu ( HR BUKHARI ).

Ibadah puasa dengan semua ketentuannya merupak latihan jasmani dan rohani yang menghendaki kesadaran dan ketaatan kaum muslimin;sadar akan hikmat yang terkandung didalmnya serta taat akan semua ketentuannya meskipund denga penderitaan yang sangat.

Sebab kenyataan yang kita jum pai dalam melakukan
ibadah puasa banyak penderitaan yang kita rasakan,baik jasmani maupun rohani,pendertaan jasmani yang kita rasakan adalah lemahnya tenaga lapar dan haus,yang kesemua itu dapat menyebabkan kurangnya gairah kerja. Akan tetapi penderitaan-penderitaan itu bukanlah beban yang berat mana kala seseorang telah benar tumbuh kesadaran serta ketaatan-Nya.

Allah ta’ala berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”(Al-Baqarah:183).

Yang demikian menunjukkan bahwa ibadah puasa merupak ibadah sirri yang hanya Allah lah yang berhak menilai kebenaran puasa seseorang. Keistimewaan lain bagi orang yang berpuasa sebagaiman disabdakan oleh Rasulullah SAW.dari riwayat Abu Hurairah: ”Barang siapayang melakukanpada bulan ramadhan karena iman dan mengharapkan ridho Allah,maka diampuni dosanya yang telah lalu.Kita tingkatkan ibadah,sadaqah dan amal soleh,agar kita termasuk golongan orang-orang beruntung di dunia dan akhirat.

Keuntungan pahala seseorang hamba yang melakukan ibadah puasa sangat besar,melebihi pahala amal kebaikan yang lain.

Dalam hadist Qudsi Allah SWT berfirman:

“Semua kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipat gandakan pahalanya antara 10-700 kali kecuali puasa,maka sesungguhnya puasa itu adalah hak-Ku dan aku yang memberinya pahala menurut kehendak-Ku”. Maka lebih dari itu, puasa oleh Rasulullah SAW dianggap sebagai perisai yang dapat membentengi seseorang dari api neraka selama puasa itu tidak dirusak dengan perkataan dusta dan menggunjing.

Rasulullah SAW bersabda :

“Puasa merupakan perisai dari siksa neraka, selama puasa itu tidak dirusak dengan perkataan bohong dan menggunjing”.
Karena satu diantara hikmah puasa adalah menumbuhkan rasa kasuh saying terhadap sesame, lebih-lebih terhadap kaum fakir miskin. Juga kita hendaknya menjaga puasa jangan sampai rusak dalam arti sia-sia

Rasulullah SAW bersabda :

“Berapa banyak orang yang berpuasa akan tetapi tiadalah ia menerima pahala dari puasanya melainkan hanya lapar dan dahaga”. Adapun hal-hal yang merusak puasa antara lain adalah: Rasulullah SAW bersabda :
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan palsu,maka Allah tidak membutuhkan puasanya,yakni meninggalkan makan dan minumnya”.
Semoga dengan iman dan taqwa Allah menberikan pahala sebagai balasan yang dijanjikan kepada para hambanya,baik yang dapat kita rasakan di dunia maupun kelak diakhirat.

Penceramah : Bp.Wajib
Tempat        : Musholla As-Salam
Tanggal        : 30-07-2012

BAB III KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGAMALKAN AL-QURAN

Al-Qur’annul karim adalah buku undang-undang yang memuat hukum-hukum islam. Al-Qur’an merupan sumber yang melimpahkan kebaikan hikmah,pada hati yang beriman.dia merupak sarana yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala dengan membacanya. dalam hadist Abdullah Bin Mas’ud ra.riwayat dari Nabi SAW beliau berasbda :
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah jamuan Allah,maka kalian terima jamuan-Nya itu semampu kalian.Sungguh,Al-Qur’an ini adalah tali Allah,cahaya terang dan obat yang bermanfaat,merupakan penjaga bagi orang yang berpegang kepadanya.Penyelamat bagi orang yang mengikutinya tidsk menyimpan sehingga menyebkan tercela,tidak bengkok sehingga menghendaki pembetulan,tak pernah habis keajaiban-keajaiban-Nya tidak akan lenyap keanggunan dan keindahan lantaran banyak diulang.Bacalah Dia(Al-Qur’an)! Sungguh, Allah akan membalas kalian atas pembacaannya:setiap huruf dibalas dengan 10 kebaikan. Ingat! Aku tidak mengatakan kepada kalian alief laa miem sebagai satu huruf,melainkan alief satu huruf, lam satu huruf dan miem satu huruf. (HR.Hakiem)

Membaca Al-Quran  itu ibadah pembacanya mengerti arti kandungannya. Kita menganjurkan agar Al-Qur’an itu dibaca khatam dalam sa tu bulan atau 20 hari atau 10 hari atau 1 minggu khatam sehari.dari anjuran ini jelas bhawa perenungan dari ayat-ayat menjadi penting membca Al-Qur’an yang terdiri dari 6666 ayat, atau 30 juz atau 114 surat, kuarng dari seminggu, bagaimana dapat merenunginya dalam-dalam Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an dan beramalah kalian dengan (berdasarkan) Al-Quran dan jangan kalian makan dengan (bertumpu) Al Qur’an dan jangan pula memperkaya diri dengan Al-Quran.

Dari hadist diatas ini diketahui bahwa dianjurkan sekali untuk:
1.    Membaca dan merenungkan Al-Qur’an
2.    Mengamalkan ketentuan
3.    Tidak mengabaikan apalagi membiarkannya
4.    Tidak berlebihan
5.    Tidak menjadikannya sumber pencaharian,apalagi alat memperoleh kekayaan.

Rasulullah SAW berwasiat kepada Abu Dzarr ra:
“Hendaklah engkau membaca Al-Qur’an,sebab ia adlah cahaya bagimu dibumi dan simpananmu dilangit”. (HR.Ibu Hibban).

Rasulullah bersabda:

“Orang yang mahir Al-Qur’an,bersama dengan malaikat-malaikat yang mulia lagi baik. Dan orang yang menbaca Al-Qur’an,sedangkan ia menggeragap dalam membacanya dan mersakan kesulitan,maka dia memperoleh dua pahala”(HR Bukhari dan Muslim).

Al-Qur’an sebagi pedoman pokok dalam melaksanakan syariat islam seharusnya dimengerti oleh umat islam. Al-Qur’an adalah yang paling baik untuk dipelajari.karean sumber ilmu dan disamping juga sendi agama mempelajari,belajar,dan juga mengajarkan Al-Qur’an mendapat pujian yang tinggi. karena itu belajar dan mengajarkan Al-Qur’an menjadikan yang terbaik karena itulah diharpan saudara-saudar kaum muslimin menjadikan kitab Allah,sebagai permulaan wirit mereka.

Rasulullah SAW bersabda :

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti buah utrujah, yaitu yang baunya harum dan rasanya manis.perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti kurma yang tidak berbau dan manis rasanya. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah sebagai bunga raihanah, yaitu yang berbau wangi tetap pahit rasanya. Perumpamaan orang munafik yang tidk membaca Al-Qur’an adalah seperti buah yang pahit rasanya dan tidak berbau” (HR.LIMA AHLI HADIST).

Hadist ini men’gandung 4 buah tamsil yang menggambarkan kedudukan manusia dalam hubunganya dengan Al-Quran.
Karena itulah ,diharapkan saudara-saudar kaum muslimin menjadikan kitab Allah sebagai pedoman hidup bagi manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar